keadaan
keseimbangan dan pendapatan nasional keseimbangan
KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
Apabila
dimisalkan perekonomian tersebut terdiri tiga sektor, keseimbangan pendapatan
nasional akan dicapai pada keadaan: Y = C + I + G. Dengan demikian pendapatan
nasional adalah Y. Apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka,
akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan
menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran
agregat. Dengan demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke
ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah sebanyakekspor neto, yaitu sebanyak ( X – M). Nilai ekspor neto
ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian
tertutup ( AE = C + I + G ) dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk
ekonomi empat sektor , yaitu : AE = C + I + G + ( X – M ).
Sebagai
akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah dari Eo menjadi E1 , dan
menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3 (pendapatan
nasional dalam perekonomian tertutup ) menjadi Y4 (pendapatan
nasional untuk perekonomian terbuka). Patut disadari bahwa fungsi AE = C + I +G
+ ( X – M ) tidak sejajar dengan AE = C + I + G dan dengan fungsi konsumsi (C).
Keadaan demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding (proportional) dengan pendapatan nasional, maka
fungsi AE = C + I +G + ( X – M ) lebih landai.
Keseimbangan
pendapatan nasional menurut suntikan-bocoran yaitu apabila dimisalkan ekonomi
terdiri dari tiga sektor, keseimbangan dicapai pada Eo yaitu apabila S + T = I + G dan pendapatan
nasional adalah Y3. Perubahan dari perekonomian
tertutup menjadi perekonomian terbuka, menyebabkan :
(i) Suntikan
bertambah sebanyak X, dari I + G menjadi I + G + X. Perubahannya sejajar karena
ekspor adalah pengeluaran otonomi.
(ii) Bocoran
bertambah sebanyak M, dari S + T , menjadi S + T + M. Fungsi S + T + M bermula
dari garis asal S + T dan semakin menjauhi S + T karena M adalah pengeluaran
terpengaruh ( sebanding dengan pendapatan nasional ).
Dengan
demikian, efek dari perubahan dalam (i) dan (ii) dalam perekonomian terbuka
keseimbangan akan dicapai dar E3, yaitu pada
persilangan di antara I + G + X dan S + T + M. Maka pendapatan nasional dari
ekonomi empat sektor adalah Y4.
Dalam
perekonomian terbuka pendapatan nasional adalah sama dengan
pengeluaran-pengeluaran berikut : pengeluaran rumah tangga terhadap produksi
dalam negeri, tabungan rumah tangga, pajak perusahaan dan individu yang dibayar
dan pengeluaran ke atas barang impor. Dalam persamaan :
|
Y = Cdn + S + T + M
|
Oleh karena
kesamaan di atas maka apabila Y = Cdn dengan
sendirinya S + T + M = 0
PERUBAHAN-PERUBAHAN KESEIMBANGAN
Perubahan
pengeluaran rumah tangga, perubahan komponen-komponen suntikan (I, G dan X )
dan perubahan komponen-komponen bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan
perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran
rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan
pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan
proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan
nasional adalah lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku.
Dalam ekonomi empat sektor nilai multiplier adalah lebih kecil dari dalam
ekonomi tiga sektor. Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terbuka
dimisalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan nasional, yaitu persamaan
impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat “bocoran” (presentasi dari
pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk
menimbulkan proses multiplier selanjutnya ) menjadi bertambah besar.
Perubahan komponen
yang meliputi bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan akibat yang sebaliknya
dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan,
atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier
akan menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan
bocoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar